Sunday, June 14, 2015

Kontroversi Vaksinasi: Bagaimakah Hukumnya?

Bismillahirrahmanirrahim. Coba ikut membahas, salah satu teknis kesehatan yang saat ini masih sering mengalami pro-kontra di kalangan umat Muslim. Tulisan ini berdasarkan kapasitas yang penulis miliki dengan ditunjang referensi yang ada.

Sejarah

Sebelumnya mari sedikit membahas tentang sejarah imunisasi, siapakah sebenarnya yang pertamakali mengaplikasikan konsep ini?

Ternyata konsep imunisasi pertamakali telah dipraktekkan oleh Kekhalifahan Turki Utsmani. Tekniknya menggunakan prinsip inokulasi (memaparkan/mengoleskan/menginjeksikan spesimen seperti darah/cairan ke luka orang yang ingin dikuatkan sistem imunnya), yang mana tercatat dalam sejarah pada 1670, anak-anak diinokulasikan dari spesimen sapi yang terkena cacar. Luka tersebut kemudian dibalut dan anak-anak mungkin akan mengalami gejala demam selama beberapa hari, tetapi setelah itu sembuh dan kebal terhadap cacar. (1)

Inilah salah satu bukti kemajuan penemuan medis dalam Islam.

Teknik ini kemudian dibawa ke Inggris oleh istri duta besar Inggris untuk Turki pada 1717. Lady Mary Wortley Montague yang melihat teknik ini di Istanbul, mengabarkannnya kepada dokter kerajaan Inggris dan mencobanya kepada enam tahanan di Newgate, pada 1721. Hasilnya, tahanan ini terbukti kebal terhadap cacar. Teknik ini pun mendapat pengakuan luas. Pada 1798, Edward Jenner, bapak vaksinasi yang dikenal saat ini, mempublikasikan penelitiannya tentang anak yang ia inokulasikan dengan cacar dari seorang wanita. Hasilnya, ketika anak tersebut menderita demam tetapi kemudian sembuh. Setelah itu, ia mencoba kembali menginokulasikan, dan ternyata tidak ada efek apapun yang terjadi pada anak tersebut. Teknik ini kemudian disebut vaccination (vaccinia = cowpox). Kemudian, teknik ini menyebar secara luas ke seluruh Eropa. (1)

Apakah Sebegitu Dahsyat Efek Imunisasi?


Pembaca dapat melihat sendiri, bagaimana tingkat prevalensi (penyebaran penyakit) sebelum dan sesudah vaksin diperkenalkan. Bahkan, efeknya mengeradikasi penyakit hingga 100%. Sungguh dahsyat efeknya bagi dunia kesehatan. Begitupula terhadap meningitis, penyakit mematikan yang menyerang cairan di sekitar otak. Berita mengatakan, penyebab salah satu artis di Indonesia meninggal yang sempat heboh. (2)


Itulah sebabnya Kementrian Kesehatan mewajibkan imunisasi dasar bagi bayi yang baru lahir.



Lantas, bagaimana hukum vaksinasi, terutama dari segi hukum dalam Islam? 

Apalagi katanya beberapa vaksin mengandung babi dalam bahan pembuatannya. Mari kita bahas hal tersebut.

Benarkah Masih Mengandung Babi?

Tripsin babi merupakan enzim yang digunakan dalam proses pembuatan beberapa produk kesehatan. Fungsi utamanya adalah untuk memisahkan sel (antigen) dari media kultur. Dalam pembuatan beberapa vaksin, tripsin juga ditambahkan pada tahap final produksi kultur virus sebagai aktivator, seperti pada virus influenza dan rotavirus. Pada pembuatan protein rekombinan seperti insulin, tripsin juga digunakan untuk reagen pembelah-protein. Tripsin ini juga digunakan untuk vaksin meningitis. Tripsin diekstraksi dari pankreas babi. Sebelum diekstraksi, perlu dipastikan menggunakan babi yang sehat dan setelah diekstrak, perlu dites untuk menjamin bebas dari kontaminasi apapun (seperti bebas bakteri, dan lainnya). (3)

Maka di sini dapat disimpulkan beberapa vaksin yang "bahaya", yaitu meningitis, influenza, dan rotavirus. Bagaimana vaksin lainnya? BCG (pencegah TBC), Hepatitis, DPT (Difteri Pertussis, Tetanus), Polio, dan MMR (Campak, Gondok, Rubella) merupakan vaksin yang bebas dari bahan babi. (4)

Lalu sebenarnya tripsin babi itu digunakan dalam proses apa?

Produksi dimulai dengan sejumlah sedikit virus (spesimen) yang harus murni, bebas dari virus yang mirip ataupun variasi dari virus yang sama. Virus kemudian dibuat dorman (tidur dan tidak melakukan aktivitas) dengan dibekukan. Ketika siap, dihangatkan dengan dibiarkan pada suhu ruang. (5)

Selanjutnya, virus dibuat bereplikasi dengan ditempatkan pada medium yang cocok, tergantung virusnya, tetapi semua medium mengandung protein seperti protein dari darah sapi. Medium dan kontainer tempat membiakkan virus mesti dijaga pH dan temperaturnya. (5)

Virus kemudian dipisahkan dari mediumnya dan ditempatkan pada medium lain untuk pertumbuhan tambahan. Di sinilah salah satu peran tripsin, untuk menstimulasi pertumbuhan sel virus. Tripsin juga digunakan untuk memisahkan virus dari mediumnya, berperan sebagai katalisator tanpa ikut bereaksi, karena itulah sifat dasar enzim. (5)

Virus kemudian akan melalui ultrafiltrasi berkali-kali, untuk memastikan hanya bahan virus yang tersisa. Virus kemudian dapat dilemahkan (attenuated) atau dimatikan, dan dikombinasikan. Setelah itu, dapat ditambahkan bahan-bahan agar dapat diinjeksikan, tergantung safety, sterility, dan stability. Tentunya setelah itu melalui quality control yang sangat ketat untuk memastikan keamanannya. (5)

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tripsin dilakukan tanpa ikut bereaksi dan vaksin pun mengalami proses ultrafiltrasi untuk memastikan bebas dari bahan selain virus. Kesimpulannya, tidak ada tripsin babi yang terbawa. Kenapa tidak memakai tripsin lain seperti sapi? Karena pembuatan vaksin sangatlah spesifik, enzim yang satu belum tentu cocok digunakan untuk vaksin yang lain. Penggunaan tripsin sapi pada jenis-jenis vaksin di atas akan mengubah proses produksi. (6)

Lalu, Bagaimana Pembahasan dari Sudut Pandang Agama? 

Perlu kita sadari, memang pada zaman nabi, vaksinasi ini belum muncul, sehingga diperlukan ijtihad dalam menentukan hukumnya. Mari kita bahas beberapa aspek yang dapat dijadikan 
bahan berdiskusi kita.

Istihalah

Adalah berubahnya benda najis atau haram menjadi benda lain yang berbeda sifat maupun namanya. Sebagai contoh, madzhab Syafi'i mengatakan arak dan juga tempatnya menjadi suci apabila ia menjadi cuka dengan sendirinya. Sebagai catatan, najisnya arak ini hilang karena sifat mabuknya yang telah hilang. (8)

Dalam hal ini, vaksin yang berasal dari tripsin babi yang kita khawatirkan najis, telah melalui proses ultrafiltrasi, penyaringan sampai level molekuler, berkali-kali. Hal ini tentu telah mengubah sifat tripsin babi tersebut, yang mungkin kita khawatirkan tertinggal, dengan proses penyaringan.

Istihla'

Adalah bercampurnya benda haram atau najis dengan benda lain yang suci dan halal sehingga sifat najis dan haramnya dihilangkan, dengan hilangnya rasa, bau, dan warna. Air, sebagai komponen penyusun utama tubuh kita, memiliki kemampuan dalam mensucikan sesuatu. (7)

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radliallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya air itu suci tidak ada sesuatupun yang dapat menajiskannya” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidziyy, Nasaa-i, dan telah dishahihkan oleh Ahmad)

Dari Abu umamah al-Bahiliy radhiyallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Sesungguhnya air itu tidak dinajisi oleh sesuatupun kecuali jika (najis tersebut) merubah baunya, rasanya, dan warnanya”. (Diriwayatkan oleh Ibnu majah dan dinyatakan dhai’f (lemah) oleh Abu hatim. Walaupun begitu, para ulama sepakat, termasuk Al Imam Asy-Syafi'i.



Dalam hal ini, komponen vaksin yang kita khawatirkan najis tersebut, memiliki jumlah yang sangat sedikit. Vaksin ini kemudian akan bercampur dengan darah kita (darah kita 55%-nya disusun plasma darah dengan 90% penyusun plasma darah tersebut adalah air), sehingga tidak akan mengubah sifat warna, bau, dan rasa dari air tersebut.


Manfaat vs Mudharat

Kita telah membahas manfaat dan efikasi dari adanya vaksin, yang mengurangi begitu banyak angka kematian penyakit mematikan seperti hepatitis, tetanus, difteri, dan batuk rejan. Dalam hal ini, kembali ketika kita menganggap bahwa vaksin haram, maka sungguh penggunaannya lebih bermanfaat, dalam mencegah kematian. Bukankah kematian karena keputusasaan kita tanpa berusaha, akan mendapat dosa yang lebih berat?

Yusuf Al-Qardhawi, ulama kontemporer Mesir, dalam bukunya Fatwa-Fatwa Kontemporer yang juga dinukil dari Syekh Islam Ibnu Taimiyyah, dalam kitab Majmu'ul Fataawaa jilid 30 halaman 48-61, mengatakan bahwa jika terjadi pertentangan antara kebaikan dan keburukan karena tidak mungkin dipisahkan, maka tindakan perlu diambil. Dalam hal ini, vaksin didasarkan pada dua hal: (1) lebih bermanfaat dibanding kerugian yang diperoleh dan (2) mencegah kerugian yang lebih besar.

Mari kita perhatikan arti dari ayat berikut

Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Baqorah : 173 )

Allah Tidak Membebani Seseorang Melainkan Sesuai Kesanggupannya

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”(QS. Al-Baqarah/2 : 286) 

Mari kita bahas beberapa kisah di Zaman Rasulullah SAW 
yang relevan dengan kasus di atas.

1) Menggunakan Sutera bagi Laki-Laki dalam Kondisi untuk Meringankan Penyakit

“Nabi s.a.w. pernah memberi izin kepada Zubair bin Awwam dan Abdurrahman bin Auf untuk memakai kain sutera karena penyakit gatal yang dideritanya.” (H.R. Bukhari No. 5391 dan No. 2703, Nasa’i No. 5215 dan No. 5216, Tirmidzi No. 1644). 

Hal ini sesuai dengan hadits berikut,


“Rasulullah s.a.w. pernah mangambil sutera lalu meletakkannya pada sisi kanannya, dan mengambil emas lalu meletakkannya pada sisi kirinya. Kemudian beliau bersabda: “Sesugguhnya dua barang ini haram bagi umatku yang laki-laki.” (H.R. Abu Daud No. 3535)

Hal ini disebabkan, sutera dapat meringankan penyakit gatal karena ventilasi mikro yang dimiliki dan tidak menimbulkan alergi. (http://www.skintherapyletter.com/2012/17.3/2.html)

2) Mandi Junub Justru Dilarang Ketika Membahayakan. Cukuplah Bertayamum


Dari Jabir ra berkata,"Kami dalam perjalanan, tiba-tiba salah seorang dari kami tertimpa batu dan pecah kepalanya. Namun (ketika tidur) dia mimpi basah. Lalu dia bertanya kepada temannya,"Apakah kalian membolehkan aku bertayammum ?". Teman-temannya menjawab,"Kami tidak menemukan keringanan bagimu untuk bertayammum. Sebab kamu bisa mendapatkan air". Lalu mandilah orang itu dan kemudian mati (akibat mandi). Ketika kami sampai kepada Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu, bersabdalah beliau,"Mereka telah membunuhnya, semoga Allah memerangi mereka. Mengapa tidak bertanya bila tidak tahu ? Sesungguhnya obat kebodohan itu adalah bertanya. Cukuplah baginya untuk tayammum.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majag, Daruquthuni dan disahihkan oleh Ibnu Sakan).

Kita tentu tahu ketika mimpi basah, adalah wajib hukumnya dalam melaksanakan mandi wajib. Tetapi hal ini tidak dibenarkan dalam kondisi seperti di atas, karena justru air membahayakan orang tersebut hingga menyebabkan kematian, dan Rasul pun menegur sahabat.

Kesimpulan

Sisi Ilmiah

Pertama, dari sisi medis. Vaksin memiliki manfaat yang sungguh besar. Perannya mematikan berbagai macam penyakit yang dapat membunih manusia.

Kedua, vaksin yang terkandung di dalam proses pembuatannya tripsin babi adalah meningitis, influenza, dan rotavirus. Sisanya insyaAllah bebas dari tripsin babi.

Ketiga, tripsin ini digunakan tanpa ikut bereaksi untuk memisahkan virus dari mediumnya. Selain itu, vaksin mengalami proses ultrafiltrasi untuk memastikan bebas dari bahan lain selain yang dibutuhkan.

Sisi Agama. Dalam hal ini ketika kita masih menganggap, tripsin babi terkandung di dalam vaksin.

Pertama, ketika mengalami proses filtrasi dan tahapan pembuatan berkali-kali, hal ini mengubah komposisi tripsin babi yang ada sehingga menghilangkan sifat najis. Sesuai dengan konsep istihala.

Kedua, dinetralisirnya tripsin tersebut dalam tubuh kita yang mengandung sangat banyak komposisi air dibanding jumlah tripsin, maka hal ini tidak akan menghilangkan sifat bau, warna, dan rasa dari air. Sesuai dengan konsep istihla'.

Ketiga, bahwa dengan vaksin kita mencegah keburukan yang lebih besar yaitu sakit serta kematian dan mengambil kebermanfaatan yang lebih besar yaitu kesehatan. Sesuai dengan fatwa yang ada.

Keempat, dalam kondisi khusus hal-hal yang sifatnya mendadak dan justru merugikan jika kita lakukan.

Maka, vaksin/imunisasi adalah hal yang Halalan Thoyyiban. Saya pribadi setelah mempelajari hal tersebut, sangat merekomendasikan, jika tidak bisa dibilang mewajibkan. Wallahualam.

Evaluasi Untuk Kita

Memang tidak dapat dipungkiri, teknologi yang ada saat ini belum bisa menunjang menjalankan ibadah dengan nyaman. Banyak penemuan yang dilakukan oleh orang-orang yang bukan Islam, sehingga hal seperti ini tidaklah menjadi pertimbangan. Umat Islam mesti waspada, itu pasti, dan harus berhati-hati dengan memiliki ilmu yang ada. Ilmuwan, dokter, apoteker, mikrobiologist, dan profesi lainnya perlu sama-sama menciptakan vaksin yang aman dan bebas dari hal-hal yang meragukan, sehingga umat merasa aman dan manfaat dapat dirasakan. Dan sudah menjadi kewajiban bagi kita semua, menjadikan Islam adalah agama yang bermanfaat bagi semesata alam.

(Nomor di setiap akhir paragraf merupakan referensi sesuai teknik Vancouver).
Referensi:

1. Riedel S. Edward Jenner and the history of smallpox and vaccination. Proc Bayl Univ Med Cent. 2005 Jan;18(1):21–5. 

2. Immunization Vaccine Effectiveness | WhiteCoat’s Call Room [Internet]. [cited 2015 Jun 14]. Available from: http://www.epmonthly.com/whitecoat/2010/11/are-vaccines-effective/immunization-vaccine-effectiveness/

3. Eropean Medicines Agency. Guideline on the use of porcine trypsin used in the manufacture of human biological medicinal products. [internet]. 21 February 2013. [cited 14 June 2015]. Available on URL: http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Scientific_guideline/2013/03/WC500139532.pdf

4. CDC. Vaccine Excipient & Media Summary. [internet]. February 2015. [cited 14 June 2015]. Available on URL: http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/appendices/B/excipient-table-2.pdf

5. How Products are Made. Vaccine. [internet]. [cited 14 June 2015]. Available on URL: http://www.madehow.com/Volume-2/Vaccine.html

6. IDI: Vaksin Indonesia Tak Mengandung Babi - Kompas.com Health [Internet]. [cited 2015 Jun 14]. Available from: http://health.kompas.com/read/2013/12/13/0813589/IDI.Vaksin.Indonesia.Tak.Mengandung.Babi.

7. Wahdah A. Air Banyak Yang Tercampuri Najis Menjadi Najis Bila Berubah Warna, Rasa dan atau Baunya [Internet]. Wahdah Islamiyah Indonesia. [cited 2015 Jun 14]. Available from: http://wahdah.or.id/air-banyak-yang-tercampuri-najis-menjadi-najis-bila-berubah-warna-rasa-dan-atau-baunya/

8. Pandangan Islam tentang Imunisasi | M. Danusiri [Internet]. [cited 2015 Jun 14]. Available from: http://danusiri.dosen.unimus.ac.id/materi-kuliah/kebidanan/pandangan-islam-tentang-imunisasi/

Tuesday, January 6, 2015

Sungguh Sebuah Teguran

"Wahai manusia, mengapa engkau begitu sombong? Apakah kamu lupa untuk apa kamu diciptakan?"


Kita itu memang makhluk yang unik. Sebagai manusia, kita tau apa yang seharusnya dilakukan, normatif, apa yang salah maupun benar, dan mudah saja bagi kita untuk memberikan saran-saran tentang kehidupan yang lebih baik kepada orang lain. Tapi, kita begitu khilaf hingga ketika semua itu diterapkan ke kehidupan sendiri, semua begitu sulit bagai menguap. Excuse yang sering terjadi adalah malas, khilaf, atau bahkan memang merasa tak sanggup.

Padahal, tentu tak asing bagi kita, sebuah janji Dzat Yang-Akan-Senantiasa-Menepati-Janji

"Kami tidak membebani seorang hamba melainkan sesuai kesanggupannya.,.." (Al-Qur'an)

Ya, kita tau teorinya. Hafal dalilnya, di luar kepala bunyinya. Tapi, saat menghadapi realita entah kenapa semua menjadi goyah, seakan kita tidak yakin ini benar-benar terjadi. Atau, pernah kah merasa begitu sombong, begitu pintar, menapak tilas balik semua yang telah kita capai rasanya gampang saja melewati ujian yang akan datang. Bahwa kita begitu meremehkan, hingga teguran datang untuk menyadarkan.

Betul, mungkin itulah yang terjadi pada diri ini.

Hidup di FK memang tidaklah mudah dan tidak pernah mudah. Mengorbankan waktu tidur, waktu pribadi, persaingan yang ketat, mengembangkan diri, bukanlah kabar burung. Tetapi mitos bahwa itu semua akan akan mudah dan menyenangkan jika dinikmati, pun benar adanya. Bahwa di sini ada begitu banyak teman yang menggapai mimpi yang sama dan berjuang bersama. Satu hal yang mungkin kita sering salah, terlalu bergantung pada diri sendiri dan manusia hingga melupakan bahwa Dia-lah yang menentukan segalanya.

Tetapi jika semua keinginan tercapai tanpa adanya rintangan, tanpa teguran, tanpa kegagalan, di mana letak manisnya hidup saat kita berhasil? Semua kembali ke keyakinan atau idealisme, yang tetap menjaga kita dari keputusasaan dan resistensi seberat apapun cobaan hidup.

Jangan pernah lupa dan saling mengingatkan, seberapa besar pun usaha kita, segala keputusan ada di tangan-Nya. Maka jelas kah kepada siapa utamanya kita harus bergantung?

Sebuah teguran. Maka bermanfaatlah bagi siapa yang mengambil pelajaran. Depok, 31 Desember 2014.

"Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Friday, December 27, 2013

Tips dan Pengalaman SBMPTN, SIMAK UI, atau Ujian Lainnya

"Kita punya dua pilihan. Santai membiarkan semua mengalir dan silahkan coba tahun-tahun selanjutnya atau mari berusaha dan berdoa maksimal dan rasakan manisnya di akhir nanti. Allah selalu menetapi janji-Nya."

Assalamualaikum, Semangat pagi! Salam sejahtera untuk kita semua :D



Waah tidak disangka-sangka bertemu saya kembali masih dalam blog yang sama, "Perjalanan Hidup Fadhli Waznan" hahaha *sok penting* *gapapa yang penting asyik*

Di tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman dimana bagi saya adalah salah satu pencapaian yang Alhamdulillah waw. Ini adalah tips dan trik saya dalam menghadapi ujian-ujian kemarin saat kelas 12. Tepatnya ujian yang dilalui dan terasa paling krusial adalah UN, SBMPTN, SIMAK UI, dan UM UNDIP.

Bismillah, semoga tulisan ini terlepas dari rasa riya, sombong, dan percaya diri berlebihan. Dan semoga tulisan ini dapat berguna bagi para pembaca sekalian :D

Pra-Ujian
  1. BELAJAR! Ya, tentu ini bukanlah hal baru. Langsung saja, saya saat UN biasa belajar dengan mengerjakan soal-soal prediksi di buku "Detik-Detik Menjelang Ujian Nasional 2013". Buku ini sangat membantu karena juga mengajarkan kita pembahasan dalam mengerjakan soalnya. Dan jenis soal (materi pokok bahasan) yang diajukan di UN pastilah selalu sama, hanya tipenya saja yang dirubah, misal angka, dsb. Jika ada yang belum dimengerti, saya lebih suka membaca terlebih dahulu pembahasannya, baru kemudian mencoba mengerjakan dibandingkan harus membuka buku cetak lagi (weww ketauan males). Poinnya adalah UN itu materi dasar yang belum terlalu kompleks. Kita harus menguasai seluruh materi UN ini (walaupun luas) untuk bisa melangkah ke ujian yang lebih sulit seperti PTN. That's why we need to mastered materi pelajaran kelas 12, 11, dan 10. Ketika SBMPTN, SIMAK UI, dan UM Undip saya lebih sering belajar dari soal-soal BIMBEL. Saya hanya memakai soal-soal Bimbel NF saja dan satu buku soal (dan pembahasan) yang diberikan oleh kakak saya. Poin di sini adalah, JANGAN MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA! Kita boleh banyak salah (itu wajar) tapi jangan terjebak di soal yang sudah pernah salah kembali. Selalu kuasai soal tersebut sehingga jenis-jenis soal di ujian PTN yang melimpah dapat dengan cepat kita kuasai (prinsip sedikit demi sedikit jadi bukit). 
  2. IKUT BIMBEL. Saya ikut BIMBEL NF, pengajarnya oke, program nasionalnya dahsyat, dan yang terpenting temen-temennya sangat mantaf terutama kakak-kakak RONIN yang senantiasa memberikan pengalaman mereka tahun lalu. Tetapi ikut bimbel bukanlah kewajiban, saya juga memiliki beberapa teman yang masuk FKUI jalur tertulis dengan belajar otodidak.
  3. CARA BELAJAR. Ketika malam hari (saya biasa belajar mandiri sehabis isya), saya sering memulai dengan shalat Isya berjamaah terlebih dahulu, tilawah Al-Qur'an, berdoa, kemudian belajar. Dengan teknik seperti ini, selain belajar menjadi lebih mudah, juga membuat hafalannya insyaAllah kuat. Ditambah lagi belajar karena Allah akan mengalir pahala bagi kita. Saya biasanya belajar hingga pukul 10.00, dan belajarnya kebanyakan ngerjain soal sambil main (kadang-kadang) haha.
  4. BEGADANG? Hmmm banyak orang melakukan ini ya. Dan kembali lagi, saya pikir semua orang punya caranya sendiri untuk mewujudkan kesuksesannya (seperti kuliah itu sangat terasa mengurangi jam tidur). Tetapi sejujurnya kelas 12 saya tidak pernah begadang sekalipun. Mungkin karena memang bukan tipe saya. Saya lebih suka tidur dan bangun di awal hari sehingga bisa menunaikan shalat tahajud :D
  5. BERDOA, BERAMAL BAIK, DAN MOTIVASI. Ini adalah sesuatu yang dapat dikatan tidak berdampak secara langsung, tapi efeknya sungguh luar biasa dan inilah yang paling menentukan. Jangan pernah malas berdoa, minimal lima kali sehari setelah shalat fardhu. Jangan lupa beramal baik, seperti infak setiap hari. Jangan pernah kendor motivasi. Ketika motivasimu mulai turun, selalu ingat quote di atas :D atau baca-baca tulisan orang mengenai pengalaman mereka kuliah di tempat yang kamu inginkan. Saya selalu coba searching di google jika motivasi saya turun, tapi saat sudah membaca tulisan mahasiswa yang kuliah di tempat saya mau, motivasi saya langsung melejit lagi untuk belajar!
  6. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA. Wah ini nih poin yang juga tidak bisa disepelekan. Kerjakan apa yang disuruh dan usahakan JANGAN MEREPOTKAN MEREKA. Kita tentu tau doa orang tua terutama ibu diijabah langsung oleh Allah SWT, maka banyak-banyaklah beramal shaleh dan titip doa kepada mereka.
  7. TEKNIS SEBELUM PELAKSANAAN UJIAN. Ya, ini juga sangat penting. Terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Pertama, mendaftarkan diri untuk ikut ujian. Usahakan jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat, tanya teman dan pengalaman orang lain yang sudah mendaftar. Kedua, lokasi ujian. Cek lokasi minimal H-7 sudah kita ketahui. Cari tahu juga siapa teman yang memiliki lokasi sama dengan kita. Ingat, lokasi jauh bukanlah masalah. Saya sendiri waktu itu mendapat lokasi di SMK 1 Budi Utomo, Jakarta Pusat walaupun rumah saya di Depok. Rencanakan strategi transportasi pergi ke lokasi ujian. Jika merasa masih kurang yakin, janjian dengan teman yang memiliki lokasi yang sama apabila ingin pergi. Cek TIGA TEMPAT WAJIB di suatu lokasi asing. Pertama, ruang tempur ujian. Kedua, kamar mandi. Ketiga, masjid/mushala. Jika semua sudah diketahui, maka lokasi ujian sudah aman. Oh  ya saya pribadi melakukan semua di atas mulai bayar registrasi sampai pulang ujian dilakukan sendiri, karena tidak ingin merepotkan orang tua mengemban sesuatu yang sudah harus saya kerjakan sendiri sebagai lelaki mandiri hehe.
  8. TETAPKAN TARGET DAN STRATEGI UJIAN. Ya, ini juga sangat penting seperti berapa banyak soal TPA, Kemampuan dasar, dan Kemampuan IPA perbidang yang ingin kita jawab dan berapa poin minimal yang ingin kita kumpulkan. Juga tentukan strategi mulai dari mana Anda akan menjawab soal, apakah dari halaman satu atau mulai dari bidang tertentu. Saya sendiri memiliki target TPA mengerjakan semua 75 soal, Matdas semua 15 soal, B. Indo semua 15 soal, B. Inggris semua 15 soal, Matematika IPA poin minimal 30, Biologi semua 15 soal, kimia dan fisika 10 soal (jika tak salah) dan mengerjakan selalu berurutan per soal (SBMPTN). Untuk SIMAK, saya Kemampuan dasar memiliki target mengerjakan semua 60 soal, Biologi semua 20 soal, Kimia, Fisika, dan Matematika IPA jika tak salah minimal 15 soal dan tetap mengerjakan sesuai urutan. Tapi ini semua merupakan strategi dan realita di lapangan terlalu sering berbeda. Untuk itu buat sefleksibel mungkin dan stay for the formation.

HARI H BRO!

  1. PERSIAPAN. Pastikan segala sesuatunya sudah berada di dalam genggaman rencana kita minimal H-1. Kembali cek peralatan tempur; papan jalan, pensil (bawa senyaman mungkin. Saya pernah denger cerita ada orang yang membawa hingga +/- 15 PENSIL 2B!! Woww hehe. Bawa secukupnya aja, saya kalo gasalah 4 dan pastikan sudah tajam juga cek dulu ketahanannya ketika digunakan apa sudah pas), rautan (kalo bisa yang kotak pake diputer, lebih tajem dan ga panik), pulpen, pensil mekanik, penghapus yang baguss (jangan yang terlalu murah, ljk kotor bisa berabe), correction pens (buat jaga-jaga), dan jam tangan. Ini adalah peralatan tempur standar, masalah dipake atau tidak itu nomor dua. Kemudian, pastikan juga rencana transportasi sudah aman dan jika ada janji berangkat bareng teman, usahakan buat janji itu strict. Karena jika sampai ada yang telat, urusan bisa sangat berabe.
  2. TIDUR SIANG H-1 SEBELUM UJIAN. Ini juga sangatlah penting. Perbanyak tidur saat mendekati ujian, supaya otak lebih fokus dan kita dapat melakukan poin-3.
  3. BANGUN PAGI. Bangun pagi sangat penting. Saya kalau tak salah bangun pukul 3 pagi. Hal ini dilakukan untuk shalat malam 11 rakaat, sarapan, dan mandi. Semuanya sebelum shubuh, karena saya sudah harus naik kereta setelah shalat subuh berjamaah di masjid (mengingat lokasi ujian saya yang cukup jauh, saya harus naik Commuter Line dari stasiun Pondok Cina dan turun di stasiun Juanda). Usahakan berpuasa sunnah saat ujian. (Tetapi karena waktu itu ujian jatuh pada hari Selasa dan Rabu, saya tidak berpuasa). JANGAN BELAJAR LAGI KETIKA SUDAH HARI H, menurut saya ini tidak efektif dan mencermikan kita tidak siap.
  4. SARAPAN. Ini adalah satu hal yang sangat penting. Energi yang dihasilkan sangat dibutuhkan. Jangan sampai dilewatkan.
  5. PAMIT KEPADA ORANG TUA DAN KELUARGA. Cium tangan mereka dan minta doa agar dimudahkan dalam mengerjakan soal. Pastikan tulus dan sama sekali tidak ada hal yang mengganjal kita untuk mendapat kemudahan dari Allah SWT. 
  6. BERANGKAT DAN TIBA DI LOKASI UJIAN. Minimal Anda sudah berada H-1 jam di lokasi ujian. Biasanya ujian dimulai 7.30 dan 15 menit sebelum itu sudah harus berada di ruangan. Saya tiba pukul 6 pagi di SMK 1 (jika tidak salah), menuju ruang tempur dan mengecek lokasi duduk, kemudian pergi ke mushala untuk shalat dhuha dan berdoa menunggu pukul 7.
  7. JANGAN ADA BEBAN SAAT UJIAN. Ini termasuk ingin buang air, beban hidup lain, dan apapun itu. Buat diri senyaman dan sesantai mungkin, tanpa beban, dan orientasi melakukan yang terbaik, dan fokus pada strategi ujian tapi jangan menjadikan itu sebagai beban.
  8. BERDOA. Nah ini pastinya yang perlu dilakukan. Walau doa-doa telah kita panjatkan jauh-jauh sebelum hari ujian, tapi fokuskan doa kali ini benar-benar untuk pasrah dan tak ada kemampuan apa-apa jika tidak dibantu oleh Allah. Buat diri senyaman mungkin, dan dengan khusyuk, panjatkan keinginan kita kepada-Nya.
  9. STAY FOCUS AND LETS ROCK! Saat lembar ujian dan ljk sudah di tangan, pastikan peralatan kalian sudah lengkap. Cek terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas lain. Jika kalian sudah yakin, maka isi identitas dan hitamkan di ljk. Di saat seperti ini, lupakan hal lain di kehidupan (asek). Fokus, saat ini hanya ada kamu, kertas ujian, dan Allah. Tidak perlu pedulikan sekitar, cukup ikuti instruksi yang ada dan JANGAN PERNAH PANIK. Panik tidak membawa keuntungan apapun kecuali kamu panik dan makin berserah diri pada Allah hehe, biasanya di saat-saat seperti ini 15 menit terakhir dan jawaban berseliweran di pikiran kita. Kerjakan soal satu persatu, baca basmallah di setiap soal. Saya selalu mengerjakan dengan pensil mekanik di soal, dicoret-coret, kemudian baru ditandai di LJK hanya berupa poin belum dihitamkan sepenuhnya. Kemudian ketika sudah semua soal saya baca dan kerjakan, baru saya hitamkan dan melihat soal mana yang masih bolong sambil kembali membaca ulang soal.
  10. TIME'S UP! Yak, kumpulkan ljk bersama soal dan sekali lagi tidak perlu panik. Tetap tersenyum melihat para peserta ujian yang lain dan percaya diri, walau terkadang hati tak bisa dibohongi hehe. Tapi itulah realita hidup, saya ingat selesai mengerjakan TPA-SBMPTN rasanya agak menyesal walau sudah melakukan yang terbaik. Tapi tetaplah percaya diri. Jika masih ada ujian jam selanjutnya, lakukan yang dirasa perlu. Saya lebih suka buang air dan ke mushala untuk kembali berdoa dan menenangkan diri. Jika tidak ada, langsung pulang ke rumah dan tidur siang untuk persiapan ujian esok hari. Dan MOST IMPORTANT IS, JANGAN PERNAH BAHAS SOAL UJIAN DI SAAT MASIH HARI-HARI UJIAN. Trust me, itu tidak akan membantu membahas sesuatu yang telah lalu padahal besok kita masih perlu mengerjakan hari ke-II. Hanya akan menimbulkan penyesalan, panik, dan menurunkan kepercayaan diri. Biarkan itu berlalu, tawakkal, dan persiapkan hari esok dengan lebih baik. Belajar dari pengalaman.
  11. ULANGI LANGKAH 1-10 :D Untuk ujian-ujian yang masih menanti.

Pasca-Ujian


  1. TARIK NAPAS, HHHH, HEMBUSKAN :D Wah selamat ya, kamu telah berhasil melewati saat-saat menegangkan ujian. Eits, tapi jangan senang dulu, karena usaha kita itu cuma sebagian kecil, sisanya tetap Allah yang menentukan. Masa-masa pasca-ujian ini juga termasuk masa-masa ujian terberat loh, (atau saya sebut ujian-II) banyak juga yang gagal di sini. Kebanyakan sudah tidak percaya diri dan pasrah tanpa tawakkal. Tapi di sinilah saat-saat terberat menunggu pengunguman hasil ujian. Pastikan ibadah anda tetap on-fire, berdoa minimal 5 kali setiap shalat fardhu setiap hari. Jangan lupa amalan-amalan kecil yang akan membantu kita nantinya. The point is, TAWAKKAL!
  2. IKUT PREDIKSI HASIL? Hmm, ini terserah Anda. Saya sendiri tidak ikut loh hehe, walau di NF sendiri sangat menganjurkan untuk melihat prognosis ke depan. Tapi ketika ujian sudah berakhir, tidak ada salahnya untuk memeriksa kembali hasil jawaban kita dengan terlebih dahulu menanamkan keyakinan apapun hasilnya tetaplah bertawakkal kepada Allah. Kadang mengetahui hasil kita sangat buruk dan tidak sesuai hasil menambahkan semangat kita untuk semakin pasrah dan tawakkal kepada Allah (seperti yang saya alami hehe). Kebetulan karena NF memberikan hasil jawaban SBMPTN dan SIMAK di website-nya, saya dapat memeriksa jawaban saya sendiri, sendirian, di kamar. Dan ketika tau hasilnya, waawww sangat-sangat jauh di luar prediksi dan membuat tubuh saya langsung lemes. Tapi ya itu tadi, kadang hal seperti ini justru menimbulkan sikap positif semakin rendah hati dan diri. 
  3. BELAJAR DARI PENGALAMAN! Ya, pengalaman adalah guru terbaik, mahal, dan tidak dapat ditemukan selain selain kita alami sendiri. Selalu evaluasi diri, dan ketika masih ada ujian-ujian lainnya yang akan ditempuh, gunakan evaluasi tersebut untuk semakin memantapkan diri dalam menjawab tantangan.
  4. LAST BUT NOT LEAST; PENGUNGUMAN HASIL! Waaaaaah inilah hari yang sangat membuat diri tidak bisa tidur, pikiran sangat tidak fokus. Akankah saya kuliah? Dimanakah saya diterima? Apa usaha saya sudah maksimal? Hehehe, cepat atau lambat pikiran ini pasti akan memenuhi cortex cerebri kita. Tapi, jangan panik! Ingat selalu, Allah selalu memberikan takdir yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Jika hari pengunguman bisa puasa sunnah, lakukanlah, dan agar juga saya semakin yakin waktu itu saya juga bernazar (rahasia). Tingkatkan juga amalan-amalan di hari menegangkan ini hehe. Tapi tetap santai, toh tidak kuliah juga bukanlah akhir dari dunia. Masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan. Oke, saat-saat menegangkan ini, bukalah hasil pengunguman bersama orang tua jika memungkinkan, meminta maaf terlebih dahulu jika masih ada hal-hal yang mengganjal. Dan VOILA! Selamat, satu garis takdir telah berhasil kamu lalui!
  5. BAGIKAN PENGALAMANMU, LAKUKAN JANJIMU, DAN SYUKURI APA YANG TELAH TERJADI DENGAN  MELAKUKAN YANG TERBAIK :D

Terima kasih telah membaca pengalaman dan tips dalam ujian ini! Jika ada pertanyaan-pertanyaan ataupun komentar dengan senang hati akan saya tanggapi!

Monday, October 14, 2013

Road to FKUI : Keajaiban Do'a dan Pengorbanan

Assalamualaikum Wr. Wb.


Wah setelah sekian lama mengacuhkan tak menulis di blog ini, akhirnya saya kembali memiliki waktu untuk kembali mengasuhnya hehe. Saat ini saya mau berbagi salah satu pengalaman hidup saya, mungkin sejauh ini salah satu yang paling membahagiakan. Ya, diterima masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2013 melalui jalur Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).


Bismillah, semoga saya menulis ini terlepas dari segala rasa kesombongan dan riya, tapi semata-mata ingin membagi pengalaman hidup yang semoga kita semua bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Maka sebelumnya saya mohon maaf ya apabila ada kata-kata yang terlalu cantik dan kece (?).

Syukur Alhamdulillah tak terhingga saya panjatkan ke hadirat Allah, karena Subhanallah, ini benar-benar adalah suatu karunia dari-Nya, mengingat usaha yang saya lakukan. Sebuah keajaiban dari doa dan pengorbanan. Semua dimulai saat saya kecil. *jeng jeng*

Dari kecil saya memang berniat dan bercita-cita menjadi dokter. Waktu terus bergulir, hingga saya memasuki dunia SMA, SMA Negeri 39 Jakarta. Mungkin bisa dibilang saat-saat SMA inilah beberapa orang mengalami kegalauan remaja menyambut masa kuliah karena harus mulai menentukan jurusan dan tujuan selanjutnya. Entah beberapa orang cita-citanya mulai berubah, mungkin karena tak yakin akan kemampuannya, tapi semoga memang itu yang terbaik baginya. Saya pun masih memiliki tekad baja untuk menjadi dokter, dan akan berusaha mencapai tujuan tersebut menghadi berbagai resiko.

Saat memasuki kelas 11, bisa dibilang nilai saya naik turun. Apalagi kelas 10 nilai PKn saya pernah mendapat nilai 6. Di kelas 11 ini saya juga aktif organisasi, aktif benar-benar. Mungkin sedikit menyita perhatian. Tapi tetap saya usahakan untuk membagi waktu antara belajar dan organisasi. Hingga semester 3 rangking di kelas saya lumayan turun, 12 dari 40 siswa.

Di semester 2, saya ikut OSN Biologi. Karena saya berpikir bisa sekalian belajar untuk materi-materi biologi SMA, di samping organisasi saya. Dan ikut olimpiade cukup membantu nilai naik. Walau akhirnya kandas sampai tingkat provinsi, Alhamdulillah saya menutup buku semester 4 dengan rangking 6.

Beranjak ke kelas 12 tahun 2012 1433 H, di sini mungkin titik baliknya. Saya sadar kesempatan saya untuk memperbaiki nilai meraih jalur SNMPTN undangan hanya tersisa di semester ini. Maka saya targetkan nilai saya harus bagus di semester 5 ini. Hingga  memasuki regenerasi organisasi, saya lepas semua jabatan dan saya tinggalkan semua organisasi untuk fokus belajar.

Waktu bergulir, hingga masuk ke Ramadhan 1433 H, Ramadhan di kelas 12. Benar-benar Ramadhan indah dan perjuangan, disini pulalah saya begitu memaksimalkan ibadah dan ikhtiar saya. Memasang target-target ibadah, berdo'a, itikaf, qiyamullail, saya maksimalkan di Ramadhan ini. Saya berdo'a, "Ya Allah, izinkan saya untuk bisa kuliah di FKUI ya Allah." Begitulah, sampai tak terasa satu bulan telah lewat.

Haha mungkin pembaca berpikiran saya sedikit lebay dan berlebihan, tapi ya begitulah, cita-cita saya menjadi dokter memang sudah terpatri dalam ingatan dan kemauan semenjak kecil, dan saya berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya.

Oke kembali ke cerita, singkatnya saya begitu memaksimalkan momen belajar dengan guru di kelas, saya pahami dan kuasai materi pelajaran. Hingga sampai ke bagi rapot semester 5, Alhamdulillah saya finish di peringkat ke 3, dibawah Ratih Istiqomah (Akuntansi-UI '13) dan Billie Naldo Herlambang (STEI-ITB '13).

Masuk ke semester 6, di sinilah sebuah perjuangan kembali dibakar. Semangat membara, saya fokus untuk belajar (walau jujur saya belajar paling sesekali, sampai jam 10 terus tidur). Fokus saya satu, apa yang saya dapatkan di sekolah saat di kelas harus benar-benar mengerti, saat itu juga, menguasai. Jika tidak bisa akan saya pelajari malamnya saat di rumah. SMA itu saat-saat indah dimana kita punya banyak waktu kosong untuk memproyeksikan apa yang mau direncanakan (sangat berbeda saat kuliah yang jadwal kita diatur dengan sendirinya oleh deadline tugas).

Singkat cerita, memasuki TO (Try Out) saya selalu berusaha maksimal dengan mempelajari soal terlebih dahulu (minimal nyicil dari buku detik-detik -> buku ajaib bagi orang males macam saya). Salah satu prinsip saya, tidak boleh jatuh di lubang yang sama. Saat kita salah di satu soal, tak boleh salah di soal selanjutnya apabila muncul tipe yang sama. Alhamdulillah, dengan cara ini singkat cerita saya bisa mendapatkan NEM UN 57,05. Kata salah satu guru NF, "TO adalah saat untuk menghabiskan 'jatah' salah, karena saat jatah salah sudah habis, nantinya di ujian sebenarnya hanya ada jatah benar".

Masuk ke saat-saat pasca-UN, kembali memompa semangat dengan ikut Bimbel di Bimbel Nurul Fikri. Lembaga yang sangat baik telah mengantarkan saya hingga saat ini. Benar-benar tak terlupakan rasanya, belajar dua bulan penuh, satu minggu 6 kali masuk (hanya libur di hari Jumat) menimba ilmu bersama kawan-kawan lannya. Di sini pula saya mendapat banyak illmu kehidupan, dari kakak-kakak Ronin yang berbagi pengalaman bagaimana kisah pelik menghadapi ujian dan sebagainya.

Di NF ini, saya juga mengikuti kelas SIMAK UI. Akibatnya saya tidak punya waktu libut selain belajar di tempat Bimbel hahaha, tapi saya jalankan itu semua dengan senang hati, memiliki teman-teman yang juga merajut mimpi yang sama membuat saya sedikitpun tidak pernah merasa terbebani. Saya selalu kembali usahakan untuk fokus belajar di tempat Bimbel. Dulu sebelum pengunguman SNMPTN, saya selalu pulang bimbel dari pukul 7 hingga 10 pagi hahaha merupakan saat-saat yang percaya diri mengingat saya memilih FK-Undip, ekspektasi saya merasa diterima. Tapi itu semua berubah ketika website SNMPTN berkata sebaliknya,

Saya tidak diterima haha (Alhamdulillah). Dari situ juga merupakan turning point saya untuk bimbel lebih giat. Dulu saya masuk jam 7 pagi. Semenjak tidak diterima di SNMPTN, saya pulang jam 7 malam. Terima kasih SNMPTN (?). Akhirnya saya mendaftar SBMPTN dan mendapat lokasi di SMKN 1 Jakarta. Awalnya saya panik, tidak tahu itu dimana, dan sangat jauh. Setelah berdiskusi dengan ibuku, ternyata beliau juga tes PTN di sana (entah dulu namanya masih apa). Saya pikir ini momen yang bagus, untuk mengulang sejarah.

Akhirnya singkat cerita hari menjelang SBMPTN telah datang. Saya sebelumnya telah survei sendiri (tanpa orang tua) bersama teman-teman bimbel yang Alhamdulillah ada juga yang berlokasi di sana. Saya benar-benar memiliki prinsip tidak ingin merepotkan orang tua. Saya pergi naik kereta subuh hari, mengerjakan soal -yang sangat sulit, sangat sulit perlu digarisbawahi- selama dua hari. Perlu dicatat, persepsi saya dengan realita sangat jauh banget berbeda. TPA mungkin masih dalam lingkup yang bisa di-handle (walau saya mengerjakan 74 soal,  padahal ada 1 soal yang salah soal tapi tetap saya jawab -dengan asumsi-, dan ternyata saya baru menyadari satu persatu jawaban yang benar berseliweran setelah selesai, membuat sangat stres). Bidang dasar dan MIPA sangat jauh dari perkiraan, sulit, sangat sulit apalagi kimianya tingkat OSN (saya pikir trik panitia, pelajaran: jangan sangat berharap mengandalkan 1 pelajaran), benar-benar sebuah ujian mental dibandingkan ujian sesungguhnya.

Akhirnya singkat cerita, sepulangnya dari tes, ada brosur. Ternyata brosur dari Bimbel NF, di belakangnya terdapat kunci TPA dan bidang dasar. Ternyata di depannya adalah tulisan "Jangan khawatir, masih ada tahun depan -> Program Ronin" benar-benar sebuah trik promosi yang sangat mantap saya pikir, pas dibagikan ketika mental sudah hancur. Akhirnya saya pun pulang dan mempersiapkan untuk tes selanjutnya SIMAK UI dan UM Undip.

Ternyata Alhamdulillah saya lolos di SBMPTN. Syukur tak terkira ketika membuka website hasil pengunguman. Satu hal yang benar-benar saya ambil pelajarannya, usaha saya mungkin hanya sekitar 1%, sisanya Allah yang menentukan. Allah tidak menilai hasil dari kerja hamba-Nya, tetapi bagaimana usaha dan proses yang telah dilakukan hamba-Nya tersebut dalam menggapai tujuannya. Saya sangat merasa suram, mencocokkan jawaban dan bertanya teman lain, saya sudah berpikir tidak akan lolos di pilihan 1. Tapi saya senantiasa solat malam di malam-malam ujian, setelah ujian, hingga pengunguman. Menjaga semangat ibadah, setelah kita berusaha dan berikthiar dan memang tidak ada lagi usaha yang dapat kita lakukan selain beribadah kepada-Nya, untuk menunggu pengunguman takdir yang telah Ia rencanakan. Subhanallah.

Hasil bagus memang perlu. Tapi usaha dan proses mencapainya dengan maksimal itu lebih penting. Selalu ingat dan jaga idealisme, bahwa manusia bukanlah makhluk yang kuat. Hanya Allah yang dapat menentukan, tugas manusia sebatas berusaha dan berdo'a kepada-Nya.

Alhamdulillah.

Sunday, January 27, 2013

Random Thoughts

Knowledge, learning. Applying, implanting. World and life. Every words those can't be seperated each others. Sometimes, everythings in the world can be counted by math. Every process, occasion, and something mystical can be explained by physics. Every chain reaction and genesis, let chemistry to answer it. And those living things, depend on each other, of course the law of biology. Every words that we spoke, spelled, communicated with each others, because of the language that we learn. Interrelated, connecting some with others.

GOD, of course, the one who made it. Balanced. Impartial


Everything are beautiful, if we can always learn it, mastering it. Maybe thats why scientists, professor, very enjoying their jobs, knowing the meaning of life, the beautiful of nature's balance.

Saturday, January 19, 2013

Kepentingan dan Kewajiban Pengendara: SIM C Jalur Resmi Kota Depok

Sudah sekian lama tidak mengurusi dan membesuk blog ini, akhirnya terbengkalai karena alasan yang sebenarnya tidak bisa dibetulkan juga, tapi baiklah, kali ini saya akan menceritakan sebuah pengalaman mengenai pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM C) baru di Depok.


Hari itu hari Jumat di pekan pertama tahun 2013. Sebagai seorang pelajar yang menunggangi motor, sudah sepatutnya memiliki SIM sebagai kelengkapan berkendara. Tapi umur menjadi problema, hingga baru saat itulah bisa memenuhi kewajiban yang penting ini.

Lokasi pembuatan SIM di depok ada dua, di pasar segar, Jl. Tole Iskandar dan di Kantor Polres Depok, depan ITC Depok/Walikota Depok. Awalnya saya menuju pasar segar, berbekal niat untuk membuat SIM secara wajar sebagai warga negara Indonesia yang baik, tapi saat bertanya pada satpam, dikatakan bahwa disni hanya melayani perpanjangan SIM, atau 'bayar lebih' tanpa tes, karena tes mengemudi hanya dilakukan di polres depok. Saya yang tidak tahu menahu mengenai dimana lokasi sebenarnya, akhirnya memutuskan untuk ke polres depok, karena niat awal memang ingin membuat SIM melalui jalur yang benar, tanpa 'bayar lebih'.

Singkat cerita akhirnya saya diwajibkan memenuhi kelengkapan berkas di Polres Depok. Pembuatan SIM dimulai pukul 08.00 WIB hari Senin-Sabtu (saya kurang tahu jika hari Minggu/libur). Kelengkapan berkas tersebut diantaranya:
1. Fotokopi KTP 2x
2. Membayar uang cek kesehatan di poliklinik polres Depok +/- 35.000
3. Membeli dan mengisi formulir + asuransi +/- 120.000
4. Niat kuat dan ikhlas

Sehingga total uang yang dihabiskan sekitar 155.000, dan tidak akan ada uang tambahan jika kita mengikuti alur sesuai prosedurnya. Alhasil, saya kemudian perlu mengikuti tes tertulis. Tersedia 30 soal, salah maksimal 12 soal. Lebih dari itu kita harus mengulang paling cepat 7hari kemudian.

Materi soal ujian SIM bisa di download disini. Dan benar saja, soal yg keluar +/- 100% sama dengan kumpulan soal yg banyak beredar di internet. Alhamdulillah saya lulus, dan harus menuju tes kedua, tes praktik. Saya menunggu hingga dipanggil untuk ujian praktik sekitar pukul 10.30.

Dan disinilah tantangan dimulai. Horor mengenai sulitnya ujian praktik memang sudah beredar luas, karena dikenal tingkat kesulitan dan banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan kegagalan. Hari itu ada -/+ 5pria (termasuk saya) dan 1wanita yang ikut ujian praktik, tentunya dari sekian banyak orang yang ada di tempat pembuatan SIM, kita dapat menarik kesimpulan sendiri.

Peraturannya sederhana. Kita hanya perlu melewati trek yang telah diberi batas/patok kayu tanpa menjatuhkannya, dan kaki tidak boleh jatuh/menyentuh tanah saat berkendara. Kita dipinjamkan motor khusus ujian SIM dari polisi (Saat itu Suzuki Shogun). Hanya ada satu kali kesempatan bagi setiap orang. Jalurnya kurang lebih seperti ini


Sekilas memang terlihat mudah, tapi percayalah banyak faktor yang bisa menyebabkan kegagalan disini. Dan benar saja, dari semua yang praktik, tak ada satupun yang lolos, termasuk saya (grogi dan kehilangan keseimbangan karena belok terlalu patah kaki saya menyentuh tanah), hanya satu-satunya wanita yang berhasil lolos. APA? Ya, akhirnya saya harus mengulang dua minggu lagi. Cobaan yang berat memang mengingat sebagai mahluk tingkat akhir SMA memiliki waktu luang yang tidak banyak.

Tapi itu tidak membuat saya patah semangat. Berbekal pengalaman , saya datang lagi dua minggu kemudian di hari Sabtu, tepat hari ini, dengan bermodalkan latihan satu jam sebelumnya di lapangan.

Saya tiba di polres sekitar pukul 10.30 dan dipanggil untuk praktik sekitar pukul 11. Tanpa membayar uang sepeserpun lagi, karena jika hanya sebatas gagal tes diberi kesempatan mengulang dengan menunjukkan surat keterangan gagal tes praktik (lebih dari sekitar dua minggu maka hangus, harus bayar dan ikut prosedur ulang). Alhamdulillah, dari 4pria saya lolos, dan menunggu giliran untuk masuk ke ruang foto, tahap terakhir sebelum akhirnya SIM C ada di tangan kita.

Kesimpulan:
-Uang yang dibutuhkan sekitar 155.000
-Waktu yang dibutuhkan bikin SIM C sesuai prosedur sekitar 3 jam jika tidak ada hambatan.

Dan tips yang tidak kalah penting, jangan sepelekan latihan. Practice makes perfect, sebuah semboyan yang tidak percuma. Terakhir dan yang utama, berdoa kepada Zat Yang Mahamemiliki. Dan jika memang berniat membuat SIM sesuai prosedur, bulatkan tekad dan hapus semua kata-kata oknum yang menawarkan 'bantuan' dengan menjawab ingin berusaha sendiri.

Terima kasih telah membaca pengalaman saya. Semoga berguna bagi kita semua :)

Mari budayakan menjadi warga yang bersih, ciri masyarakat yang sehat. 
Dan katakan TIDAK untuk KORUPSI
Yuk sama-sama membangun masa depan Indonesia yang sukses, ayo mulai dari diri sendiri!

Sunday, April 8, 2012

Ilmu Manajemen dan Seorang Ahli

Suatu ketika saya pernah terlibat perbincangan dengan ibu saya. Topiknya mengenai cita-cita saya. Entah kenapa, setiap kali seseorang makin bertambah usia yang seharusnya makin dekat dengan apa yang ia cita-citakan, kebanyakan orang menjadi bingung dan bimbang dengan apa yang ia cita-citakan, begitupun dengan saya.

Aktif di organisasi adalah salah satu dari kegiatan saya. Sedangkan saya dari kecil sudah bercita-cita ingin menjadi dokter. Namun melihat kegiatan yang saya jalankan saya pernah berkata kepada ibu saya, bahwa sepertinya saya ingin menjadi salah satu anggota DPR ataupun pemerintah, melihat republik yang saat ini memerlukan reformasi birokrasi yang sudah cukup mengenaskan.

Ibu saya tidaklah kaget, dan berkata kepada saya, bahwa apa yang saya katakan memang persis dengan apa yang teman-temannya katakan. Ibu saya suatu waktu bercerita tentang anaknya kepada teman-temannya, dan ketika menceritakan saya yang aktif di organisasi, teman-teman ibu saya banyak yang mengatakan kuliahkan saja di fakultas dengan jurusan yang mempelajari manajemen, maka pasti akan menjadi diplomat sukses. Namun ibu saya mempunyai pandangan lain, bahwa
untuk menjadi seorang yang ahli dalam bidang diplomat, perlu suatu pondasi khusus yaitu ilmu yang benar-benar telah kita kuasai.
Karena seorang diplomat tanpa ilmu dasar hanya akan menjalani kehidupannya dengan janji-janji yang dirinya sendiri mungkin tidaklah paham bagaimana merealisasikannya. Dan mungkin itulah yang terjadi di republik ini, pemerintahan yang banyak mengandalkan orang-orang yang memang ahli dalam manajemen namun tidak memiliki pondasi ilmu khusus yang dikuasi, sehingga progress yang mereka lakukan sangatlah lambat dan tidak efisien.

Itulah sebabnya, kita sebagai seorang manusia, perlu memiliki spesialisasi ilmu tersendiri jika ingin menjadi seorang pejabat. Ibu saya pun menyuruh saya untuk fokus tetap menjadi dokter terlebih dahulu. Dengan menguasai ilmu kesehatan, sehingga lebih bisa mengerti bagaimana situasi dan kondisi sebenarnya di masyarakat, barulah kemudian mengaturnya.
Ketika satu tambah satu tidaklah sama dengan dua